Dihujani Kritik soal Krisis Rohingya, Mengapa Suu Kyi Tak Merespons?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Minggu 10 September 2017 07:32 WIB
Pemimpin Myamar, AUng San Suu Kyi. (Foto: Reuters)
Share :

Penderitaan kaum Rohingya adalah bentuk tragedi. Namun, kepulan asap di Negara Bagaian Rakhine menjadi pertanda bahwa militer bebas meneruskan aksi brutal sejak dulu, tidak mempedulikan apa kata dunia.

Aksi terhadap etnik Rohingya saat ini mengingatkan penduduk Myanmar di negara bagian Shan dan Karen bahwa mereka pernah mengalami hal serupa.

Perisai politik

Aung San Suu Kyi tidak mengendalikan militer dan mereka pun tidak percaya kepadanya. Akan tetapi, penolakannya untuk mengecam penyiksaan yang dilakukan militer memberikan perisai politik bagi para jenderal.

Aung San Suu Kyi tidak hanya berdiam.

Diplomat-diplomat bawahannya tengah melobi Rusia dan PBB untuk mencegah kritik diarahkan kepada pemerintah Myanmar di Dewan Keamanan PBB. Suu Kyi sendiri mencap aksi kekerasan terkini sebagai masalah terorisme.

Suu Kyi tetap bersikap keras kepala dengan menyatakan kritik terhadap pemerintah Myanmar tidak berdasarkan bukti nyata.

Pertanyaannya kini, apakah komitmen Aung San Suu Kyi terhadap hak asasi manusia universal yang dulu pernah dia nyatakan tidak akan pernah mencakup etnik muslim Rohingya di negara berpenduduk mayoritas Buddha?

Pertanyaan itu belum dia jawab dengan mendesak militer mengakhiri penyiksaan terhadap etnik Rohingya. Saat ini, pertanda dia akan melakukannya amat minim.

Laporan wartawan BBC Fergal Keane

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya