HISTORIPEDIA: Tak Timbulkan Dampak Radioaktif, Nevada Jadi Lokasi Ledakan Bom Nuklir Bawah Tanah Pertama

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Selasa 19 September 2017 06:01 WIB
Nevada Test Site (NST). (Foto: Getty Images)
Share :

TEPAT pada hari ini atau 19 September 1957, militer Amerika Serikat (AS) bersama organisasi peneliti Nevada Test Site (NTS) meledakkan 1,7 kiloton nuklir di sebuah terowongan bawah tanah. NTS sendiri diketahui merupakan sebuah pusat penelitian berupa lahan kosong dengan luas 3.561 kilometer (km) persegi dan terletak sekira 104 km dari Las Vegas.

Peledakkan yang berlokasi di Negara Bagian Nevada tersebut diketahui merupakan bagian dari sebuah tes yang disebut dengan Rainier. Tes itu dilakukan berupa ledakan bom nuklir bawah tanah pertama yang terkonsentrasi dan tidak menghasilkan dampak radioaktif. Ledakan tersebut bersumber dari hulu ledak W-25 yang telah dimodifikasi.

W-25 diketahui memiliki berat 218 kilogram (kg) dengan diameter 65 centimeter (cm) dan panjang 45 cm. Tes Rainier merupakan bagian dari serangkaian total 29 uji coba senjata nuklir yang dikenal sebagai Operasi Plumbbob. Operasi ini digelar oleh NTS pada periode waktu antara 28 Mei 1957 sampai dengan 7 Oktober 1957.

Sebelumnya, pada Desember 1941, Pemerintah AS telah berkomitmen untuk membangun senjata nuklir pertama di dunia. Ambisi tersebut kemudian berusaha diwujudkan di bawah kekuasan AS Presiden Franklin D. Roosevelt yang mengucurkan dana sebesar USD2 miliar untuk membiayai proyek Manhattan.

Uji senjata nuklir pertama berlangsung pada 16 Juli 1945, di Trinity dekat Alamogordo, New Mexico. Kemudian hanya selang beberapa minggu, pada 6 Agustus 1945, AS berperang melawan Jepang. Dan saat itu Presiden Harry Truman mengizinkan dilakukannya serangan bom atom atau nuklir untuk menghantam wilayah Hiroshima. Dan 3 hari kemudian sebuah bom nuklir yang disebut Fat Man juga dijatuhkan di Nagasaki.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya