HANYA dalam waktu kurang dari sebulan, Presiden Amerika Serikat (AS), Gerald Ford, menjadi target dua upaya pembunuhan yang seluruhnya dilakukan oleh pelaku wanita. Untungnya, kedua upaya untuk menghabisi nyawa Presiden Ke-38 AS itu gagal karena kesigapan para pengawalnya.
Setelah lolos dari upaya pembunuhan yang dilakukan Lynette Fromme pada 5 September 1975, nyawa Ford kembali terancam saat Sarah Jane Moore membidikkan pistol ke arah Ford di Hotel Saint Francis, San Francisco, pada 22 September 1975.
Dilansir History, Jumat (22/9/2017), usaha Moore berhasil digagalkan oleh Oliver Sipple, seorang pria yang berada di dekatnya. Sipple yang melihat Moore mengangkat pistolnya ke arah Ford, segera memegang tangan perempuan itu. Hasilnya, tembakan yang dilepaskan Moore luput dari target dan memungkinkan Dinas Rahasia pengawal Ford melarikan sang presiden ke kendaraan yang segera membawanya ke tempat aman.
Moore kemudian ditangkap dan menjalani hukuman di Penjara West Virginia, yang juga menjadi tempat penahanan pelaku upaya pembunuhan pertama terhadap Ford, yakni Lynette Frome. Kedua perempuan itu berhasil melarikan diri sebelum akhirnya tertangkap atau menyerahkan diri. Frome kabur dari penjara pada 1979 dan tertangkap, sementara Moore melarikan diri pada 1989 tetapi menyerahkan diri dua hari kemudian. Mereka dipindahkan ke penjara dengan pengamanan yang lebih ketat.
Moore akhirnya dibebaskan pada 31 Desember 2007 setelah menjalani hukuman 32 tahun penjara, sementara Fromme bebas bersyarat pada 14 Agustus 2009.
Sementara, Oliver Sipple, sang pahlawan yang menyelamatkan nyawa Ford, mendapat surat ucapan terima kasih dari sang presiden.
(Rahman Asmardika)