LONDON - Korea Utara punya rudal antarbenua yang membuat negara tetangga seperti Jepang, bahkan Amerika Serikat (AS) ketar-ketir. Siapa sangka, Iran juga mempersiapkan senjata sejenis.
Kantor berita Iran, Tasnim, seperti dikutip Reuters, Jumat (22/9/2017), melaporkan, negeri yang dipimpin Hassan Rouhani itu merilis misil balistik terbaru dengan jangkauan 2.000 km. Rudal ini diklaim mampu membawa beberapa hulu ledak. Demikian disampaikan Komandan Angkatan Udara IRGC, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, yang berbicara di sela-sela parade militer di Teheran.
BACA JUGA: Klaim Punya Tiga Pabrik Balistik Bawah Tanah, Iran Terus Kembangkan Rudal
Pemerintah Iran sendiri memang berniat terus mengembangkan program rudalnya. Tidak hanya mengklaim telah membangun pabrik rudal balistik bawah tanah ketiga, Agustus lalu, Parlemen Iran juga menambah pendanaan untuk program rudalnya. Tercatat, Pemerintah Iran mengalokasikan dana sekira Rp6,9 triliun dalam pengembangan program rudal serta meningkatkan operasi pasukan paramiliter di luar negeri.
Peningkatan kekuatan militer Iran ini juga ditegaskan Presiden Iran, Hassan Rouhani.
"Kita (Iran) akan meningkatkan kekuatan militer. Kita akan meningkatkan kapabilitas misil. Dan kita tidak akan meminta izin dari siapa pun untuk mempertahankan negara kita," ujar Rouhani dalam pidatonya yang disiarkan oleh stasiun televisi nasional Iran.
"Semua negara di dunia mendukung perjanjian nuklir dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini, kecuali Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel)," imbuh Rouhani.
BACA JUGA: Wah! Parlemen Iran Setuju Tingkatkan Pendanaan Program Rudal
Pekan lalu, Iran mengklaim memiliki bom dahsyat dengan kekuatan yang melebihi hampir semua senjata peledak non-nuklir milik seterunya, Amerika Serikat (AS). Berdasarkan keterangan salah satu pejabat tinggi militer Iran, bom yang disebut sebagai “father of all bombs” tersebut memiliki bobot 10 ton, dapat diluncurkan dari pesawat dan memiliki daya hancur yang luar biasa.
BACA JUGA: Iran Klaim Miliki Bom Super "Father of All Bombs" yang Ungguli MOAB AS
Hajizadeh membandingkan bom baru Iran tersebut dengan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB) milik AS. Karena bom buatan AS yang sering disebut sebagai “mother of all bombs,” itu memiliki berat 9,8 ton dan memiliki daya ledak setara 11 ton trinitroluene (TNT) kemungkinan Hajizadeh membandingkan berat bom baru Iran itu, bukan daya ledaknya.
Sebutan “father of all bombs” yang digunakan Hajizadeh sama dengan nama yang digunakan untuk Aviation Thermobaric Bomb of Increased Power yang diuji coba Rusia pada 2007. Bom tersebut menghasilkan ledakan setara dengan 44 ton TNT saat diledakkan di udara, menghancurkan target di darat dan meninggalkan tanah yang terbakar.
(Rifa Nadia Nurfuadah)