Dedi mengaku, laporannya soal permintaan uang tersebut bukan tanpa alasan. Dalam hal ini, pihaknya merasa khawatir tercorengnya marwah partai atas kelakuan oknum tersebut. Ia pun tidak merasa khawatir apabila pernyataan yang ia lontarkan dalam orasi di depan para kader Partai Golkar di Jawa Barat pada Selasa 26 September 2017 akan semakin menghambat proses keluarnya rekomendasi untuk dirinya.
"Tidak perlu ada kecemasan. Karena kan tidak menyinggung soal pengurus. Saya hanya ngomong soal tokoh yang deket sama DPP," tambah dia.
Untuk mengkonfirmasi soal oknum tersebut, Dedi pun siap memenuhi panggilan Dewan Pembina atau Dewan Kehormatan Partai Golkar apabila dibutuhkan guna memberikan penjelasan komprehensif. Terlebih, pelaku tersebut sudah membawa nama Partai Golkar meskipun bukan merupakan pengurus.
"Saya siap dipanggil apabila dibutuhkan untuk menjelaskan persoalan ini. Dia bukan pengurus tetapi mengaku dekat dengan pengurus, sehingga DPP Golkar bisa langsung mengklarifikasi hal ini," pungkasnya.
(Rachmat Fahzry)