Pintu rumah mereka di kawasan Menteng mendapati gedoran keras. Letjen Suprapto melarang istri dan anak-anaknya untuk mendekati pintu. “Ada apa pagi-pagi buta begini membangunkan saya?,” ketus Letjen Suprapto.
“Bapak dipanggil untuk menghadap Presiden Soekarno sekarang juga,” jawab seorang dari mereka. “Kalau begitu, izinkan saya berganti pakaian terlebih dahulu,” ujar Jenderal Suprapto lagi.
Tapi sebelum sempat berganti pakaian, Jenderal Suprapto sudah dipaksa dengan todongan senjata, untuk dibawa ke sebuah truk hanya dengan mengenakan kemeja piyama dan sarung bermotif kotak-kotak.
Keluarga yang kala itu mengaku sangat aneh dengan kejadian itu, buru-buru mencoba mencari kontak dengan kolega Jenderal Suprapto, yakni Mayjen Siswondo Parman yang sayangnya, juga turut jadi korban.(fin)
(Amril Amarullah (Okezone))