Setelah itu, kata dia, nata de coco tersebut disimpan selama satu malam lalu dicampur lagi dengan cairan bibit coco, setelah tercampur kemudian disimpan lagi selama satu pekan.
Menurut pelaku, percampuran nata de coco dengan pupuk tersebut agar hasil olahannya menjadi kenyal dengan waktu yang cukup singkat sekira seminggu dan menghemat ongkos pembuatan.
(Baca juga: Ada Pabrik yang Produksi Nata de Coco Dicampur Pupuk Urea di Majalengka)
Dari pelaku, polisi menyita di antaranya satu panic stenles hitam, dua corong , gelas plastik, ember, pompa sedot plastik, dua buah tatakan plastik berisikan bahan nata de coco, satu buah jirigen plastik berisikan Asam Asetat (cuka), setengah karung berisikan ZA / sejenis urea untuk tanaman.
“Satu karung berisikan gula pasir, empat botol berisikan bahan nata de coco, 50 tatakan berbahan plastik, satu karung nata de coco yang sudah jadi dan dua jirigen berisikan air kelapa," tuturnya.
(Salman Mardira)