Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tegas! Peredaran Nata de Coco Berbahan Pupuk Urea Dihentikan, Polisi Sisir Pasar dan Pedagang Kelontong

Dwi Ayu Artantiani , Jurnalis-Kamis, 05 Oktober 2017 |14:44 WIB
Tegas! Peredaran Nata de Coco Berbahan Pupuk Urea Dihentikan, Polisi Sisir Pasar dan Pedagang Kelontong
makanan berbahaya. (dok Okezone)
A
A
A

CIREBON - Nata de coco dicampur pupuk urea yang ditemukan di pabrik milik UU Abdurahman di Blok Sawah Leuga, Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, diedarkan ke Jakarta dan Cirebon. Polisi pun memastikan jika hasil uji laboratorium menyatakan berbahaya, maka peredarannya akan dihentikan.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar mengatakan terkait nata de coco dicampur pupuk urea yang diedarkan ke Cirebon, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan baik yang dilakukan Kepolisian Majalengka maupun BPOM.

"Kami masih terus berkoordinasi terkait peredaran nata de coco tersebut," tuturnya, Kamis (5/10/2017).

Ia mengaku hingga saat ini masih menunggu hasil dari uji laboratorium dan jika sudah adanya surat edaran dari BPOM yang menyatakan bahwa produk tersebut berbahaya tentunya pihaknya akan melakukan upaya dalam mencegah peredarannya.

"Kami akan bersinergi melakukan razia ke pasar-pasar untuk memastikan produk-produk tersebut tidak beredar lagi, mengingat Cirebon merupakan sentra perekonomian yang secara otomatis pemasaran seluruh produk dilakukan di Cirebon," paparnya.

[Baca Juga: Parah! Ada Pabrik yang Produksi Nata de Coco Dicampur Pupuk Urea di Majalengka]

Sebelumnya, pihak Kepolisian Majalengka melakukan penggerebekan di pabrik milik UU setelah dilakukan pengecekan didapatkan sekira setengah karung bahan baku nata de coco yang dicampur pupuk urea. Selama produksi setahun, nata de coco tersebut diedarkan ke Cirebon dan Jakarta. (sym)

(Mufrod)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement