SEMUA makhluk hidup di dunia ini tidak bisa memilih terlahir dalam keadaan seperti apa. Entah terlahir dalam keadaan sempurna atau ada kekurangan, patut disyukuri. Pun apabila melihat kekurangan dari seseorang, hendaknya kita tidak berbuat sesuatu yang membuat orang tersebut berkecil hati.
Joseph Merrick, seorang pria yang memiliki kekurangan pada bagian wajahnya mengalami penganiayaan dan pelecehan selama bertahun-tahun oleh masyarakat yang memandangnya sebagai orang aneh.
Awalnya, Merrick terlahir sebagai bayi yang sehat pada 5 Agustus 1862. Ia mulai menunjukkan kelainan bawaan sebelum usia dua tahun ketika tiba-tiba tubuhnya membengkak. Ibu dari Merrick, Mary Jane, tetap mencintai anaknya yang diketahui terkena tumor di sekujur tubuhnya. Tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi, Merrick terpaksa menerima betapa berbedanya tubuhnya dengan orang lain.
Marry Jane menduga kecacatan yang dialami oleh Merrick karena ketika masa kehamilan, ia pernah dikagetkan oleh seekor gajah yang mengamuk. Kulit Merrick yang cacat tampak berwarna keabu-abuan, seperti warna gajah. Terlepas dari semuanya, Merrick saat kanak-kanak ia relatif sehat, setidaknya sampai kepalanya tumbuh secara signifikan lebih besar dan tangan kanannya berubah bentuk hingga tidak dapat digunakan. Saat itulah Marry dan suaminya, Joseph Rockley Merrick, tahu pasti bahwa anak mereka tidak dapat bersekolah di kampung halaman mereka di Leicester dan yang terpenting adalah ia sangat membutuhkan perawatan khusus.
Sayangnya, ibunya meninggal dunia saat usianya baru 11 tahun. Ia hanya hidup bersama ayahnya yang tidak tahu apa-apa tentang bagaimana merawatnya. Merrick terpaksa melakukan pekerjaan kasar untuk bertahan hidup. Dengan melihat kondisinya yang cacat, ia sulit mendapatkan pekerjaan. Satu-satunya hal yang bisa ia kerjakan adalah menggulung cerutu di beberapa ruang bawah tanah pabrik gelap, di mana orang-orang tak akan melihatnya. Namun pekerjaan tersebut tak berlangsung lama, karena ia hanya bekerja dengan satu tangan dan hal tersebut cukup membuatnya kesusahan.
"Ayo, ayo, cepatlah. lihatlah Manusia Gajah!” seruan tersebut dilakukan oleh pihak sirkus untuk memamerkan Merrick yang memiliki tubuh dan wajah sebagai setengah manusia dan setengah gajah. Merrick yang malang digambarkan sebagai orang aneh di depan banyak orang di aula musik di Leicester. Selama bertahun-tahun ia dan penghinaannya menjadi daya tarik tersendiri dari Istana Varietas Gaiety, di mana dianggap sebagai orang aneh yang hidup dan bukan remaja berusia 17 tahun yang tidak melihat apa-apa selain kesengsaraan dalam hidupnya.
Dilansir dari The Vintage News, Rabu (4/10/2017), suatu hari Merrick dan Sam Torr, pemilik aula musik dan direktur acara tersebut, serta seorang manajernya yang mengaku memiliki Merrick, memindahkannya dari jalan-jalan yang suram. Para elite mengetahui keberadaan Merrick dan sangat ingin tahu lebih banyak tentang kondisinya. Mereka pun juga ingin menulis studi kasus tentang manusia gajah yang berada di London.
Tak semua orang jahat dengan Merrick. Dr Frederick Treves menawarkan Merrick jalan keluar dan kehidupan yang jauh dari menyedihkan. Tapi tak semudah itu, karena manajer sirkus tersebut merasa Merrick adalah miliknya dan tidak ada pengusaha yang bersedia melepaskan investasinya dengan mudah. Namun, sepertinya warga London mulai bosan dengan manusia gajah. Manajernya melihat investasinya tidak menghasilkan keuntungan lagi. Ia mulai memukuli dan menelanjangi Merrick dari segala harta dan tabungan yang dimilikinya, membiarkan jiwa yang tidak berdaya membusuk, jauh dari tempat di mana seseorang bahkan bisa mengerti tangisannya untuk meminta bantuan.
Namun akhirnya Dr Treves kembali menyambutnya. Serangkaian pemeriksaan dilakukan di rumah sakit di London, hanya untuk mengetahui bahwa keadaan Merrick jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan. Pada saat itu kepalanya membesar sehingga tak terbayangkan bagaimana bisa bahunya dapat menopang beban itu. Tubuhnya hampir tertutupi oleh tumor, sementara tangan kanannya, yang berukuran 12 inci di pinggang, merupakan beban baginya. Dia sangat membutuhkan perhatian medis, karena dia benar-benar membusuk.
Karena sangat membutuhkan dana, Treves dan ketua rumah sakit menulis sebuah permohonan publik yang meminta dukungan finansial dari siapa pun yang bersedia dan mengejutkan beberapa orang pun bersedia membantu. Di antaranya adalah Princess of Wales Alexandra. Dengan bantuan ini, dia memiliki rumah tetap untuk pertama kalinya dalam satu dekade dan seorang teman sejati untuk diajak bicara untuk pertama kali dalam hidupnya. Namun, sama kejamnya dengan kehidupan kadang-kadang, tak lama setelah dia menetap dan mulai diperlakukan seperti manusia, Merrick ditemukan tewas di ranjang rumah sakitnya pada 11 April 1890.
Pada 1980, sutradara berbakat David Lynch memfilmkan kisah Joseph Merrick tersebut. Dalam filmnya, Merrick diselamatkan oleh Dr. Frederik Treves, seorang ahli bedah yang melihat melewati fasad mengerikan untuk menemukan jiwa sensitif seorang individu yang cerdas.
Film ini tidak berhasil memenangkan Academy Awards, namun memenangkan hadiah lain dan mendapat pengakuan luas juga dianggap sebagai film klasik. Lynch berhasil membawa ke layar cerita tragis dan bergerak dengan cara terbaik, menjelaskan keberadaan Joseph Merrick di dunia ini, dan dengan demikian, menyampaikan kisah martabat dan toleransi yang mendalam. Cerita yang harus diketahui oleh semua orang.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)