PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, punya program unggulan di bidang pelayanan masyarakat. 'Gempungan di Buruan Urang Lembur', begitulah sebutan untuk program tersebut. Ini merupakan program pelayanan jemput bola dari seluruh dinas terkait kepada masyarakat.
Program kegiatan yang biasanya dipusatkan di lapangan desa atau kantor desa setempat itu sudah berjalan hampir 10 tahun. Atau, sejak awal-awal Dedi Mulyadi menjadi bupati periode pertama. Dalam kegiatan ini, berbagai macam pelayanan mulai dari Keluarga Berencana (KB), pembuatan dokumen kependudukan, pelayanan kesehatan sampai izin usaha dilakukan dalam satu lokasi.
Ini merupakan bentuk pelayanan maksimal dari pemerintah untuk mempermudah masyarakat. Jadi, melalui program ini seluruh leading sector dinas yang membidangi pelayanan masyarakat, mendatangi langsung simpul-simpul massa yang membutuhkan pelayanan.
Selain dinas, organisasi Tim Penggerak PKK setempat pun tidak bisa dikecualikan dalam pelaksanaan program ini. Di bawah koordinasi Anne Ratna Mustika sebagai Ketua, Tim Penggerak PKK kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat ini bergerak langsung ke desa-desa bersinergi bersama dinas terkait untuk mendukung pelaksanaan kegiatan rutin mingguan tersebut.
(Baca Juga: Luar Biasa! Program Gempungan yang Digagas Dedi Mulyadi Sukses Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk)
"Tim PKK Purwakarta ini sudah menjadi salah satu motor penggerak pelayanan masyarakat. Agar program pemerintah ini sukses, mau tidak mau kami ikut berkeliling ke desa-desa untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan prima," ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purwakarta, Anne Ratna Mustika saat kegiatan gempungan di Kelurahan Purwamekar, Kecamatan Purwakarta, Selasa (10/10).
Istri dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ini menegaskan pihaknya selalu concern terhadap isu perempuan dan posisi sentral mereka dalam keluarga. Fokus ini dilatarbelakangi oleh fungsi perempuan sendiri dalam membentuk keluarga yang memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan zaman.
"PKK memiliki kewajiban mendorong kaum perempuan agar memiliki daya saing dan berdaya dalam posisi sentralnya mengurus keluarga. Hal yang bersifat ekonomi dan kesehatan menjadi concern kami," katanya menambahkan.
Bidang kesehatan misalnya,, menurut Ibu dua anak ini sangat berpengaruh untuk pembangunan kesejahteraan keluarga. Saat keluarga memiliki kualitas kesehatan yang baik, maka tingkat kesejahteraan keluarga tersebut menurut dia akan meningkat.
"Berbagai pelayanan termasuk layanan kesehatan didekatkan kepada masyarakat melalui program Gempungan ini. Saya kira kalau sebuah keluarga itu sehat, maka kesejahteraannya meningkat, bebannya untuk membayar biaya kesehatan menjadi berkurang," tuturnya.
Dalam program Gempungan ini, setidaknya terdapat 100 keluarga yang mengikuti Program Keluarga Berencana dengan berbagai variannya. Sedangkan untuk izin usaha, tak kurang dari 50 izin dikeluarkan oleh Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Purwakarta untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah.
(Khafid Mardiyansyah)