“252 diantaranya adalah anak-anak yang rata-rata menderita ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), fever dan diare,” jelas Dika.
Jamtoli Camp merupakan Camp yang baru dibuka di wilayah Ukhiya, Bangladesh sebulan terakhir ini, menyusul banyaknya warga Rohingya yang mengungsi sejak 25 Agustus 2017 lalu. Hingga sekarang masih banyak warga Rohingya lainnya yang baru berdatangan ke Jamtoli Camp.
“Perjalanan menuju Jamtoli Camp ini cukup jauh, tim 1C memerlukan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke sana,” ujar Dika. “Kondisi Jamtoli Camp yang padat, minimnya sanitasi ditambah perubahan cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan membuat kesehatan para penggungsi mulai menurun, karenanya kami membuka Medical Camp di sini,” tambah Dika.
(ydp)
(Amril Amarullah (Okezone))