KUPANG - Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat adanya kerusakan sejumlah rumah akibat tertimpa material Gunung Ile Lewotolok yang kini berstatus waspada. Material dari gunung berjatuhan lantaran terjadi rentetan gempa sejak Minggu 8 Oktober 2017. Gempa terbaru berskala 4,9 richter (SR) yang terjadi sekira pukul 06.10 WIB.
Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di 29 kilometer barat laut Lembata pada kedalaman 10 kilometer.
"Gempa terjadi di bawah laut namun dampaknya telah mengguncang material gunung Ile Lewotolok yang sudah naik status menjadi Waspada," kata Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, di Lewoleba -ibu kota Kabupaten Lembata-, Rabu (11/10/2017).
Dia menyebut, rumah yang rusak akibat tertimpa bebatuan dari Gunung Ile Lewotolok 11 unit rusak berat dan 29 unit ruasak ringan. Selain itu, badan jalan sepanjang 2 Km yang menghubungkan dua desa di kaki Gunung Ile Lewotolok juga tertutup bebatuan yang longsor.
"Alat berat sulit ke lokasi. Tapi pemerintah terus berupaya melakukan aksi pantau lapangan untuk paatikan jumlah dan kondisi kerusakan," katanya.