Meski begitu terinspirasi dari Disney, Tezuka mulai rajin mengkritik perusahaan yang dibangun Walter Elias Disney itu. Ia menganggap semua cerita Disney membosankan karena selalu berakhir bahagia dan tokoh protagonis selalu menang. Tezuka ingin agar ada komik atau karakter yang menceritakan sisi gelap kehidupan sehingga membekas di benak para penikmat karya.
Pendapat itu ada benarnya. Sebab, karya-karya Tezuka lainnya cepat populer dan terlihat berbeda dari komik-komik arus utama atau mainstream. Ia kemudian menginspirasi banyak komikus Jepang dan juga dunia internasional sehingga menciptakan generasi pembuat manga. Osamu Tezuka kini dijuluki sebagai Dewa Manga atau Bapak Manga.
Osamu Tezuka meninggal dunia pada 9 Februari 1989 di Tokyo. Atas jasa-jasanya, sebuah museum dibangun di Takarazuka, Prefektur Hyogo. Museum Osamu Tezuka itu diharapkan mampu menjadi tempat memelihara mimpi dari anak-anak dan kaum muda, sebagaimana cita-cita mulia si bapak manga pascaperang.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)