Sejarah 'Murka' Gunung Ile Lewotolok dan Ritual Sapa Alam Usai Gempa Meneror Warga

Adi Rianghepat, Jurnalis
Jum'at 20 Oktober 2017 07:05 WIB
Gunung Ile Lewotolok, Lembata, NTT (capture video Youtube)
Share :

Selanjutnya pada tahun 1939 dan 1951 terjadi kenaikan aktivitas vulkanik Gunung Lewotolo.

Letusan Gunung Lewotolo yaitu berupa lontaran lava pijar, abu, awan panas dan hembusan gas beracun. Gunung api ini sempat mengalami masa krisis gempa pada Januari 2012. Saat itu PVMBG meningkatkan status gunung dari normal ke waspada hingga siaga, hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.

Namun, pada 25 Januari 2012 pukul 16.00 Wita, PVMBG menurunkan statusnya dari siaga ke waspada dan turun lagi menjadi berstatus normal pada 17 Oktober 2013 pukul 10.00 Wita. Yang teranyar status aktivitas vulkanik gunung berketinggian 1.423 mdpl ini ditingkatkan dari normal ke waspada sejak 7 Oktober 2017, pukul 20.00 Wita hingga saat ini.

Warga Mengungsi

Setelah 165 tahun sejak letusan yang sangat parah melanda daerah itu pada 5 dan 6 Oktober 1852, aktivitas kegempaan terjadi lagi di gunung Ile Lewotolok pada 10 dan 11 Oktober 2017 dan memporak porandakan puluhan rumah warga serta fasilitas umum lainnya di daerah itu. Otoritas Pemerintah Kabupaten lembata mengambil sikap mengevakuasi warga di sejumlah desa yang terdampat parah sebagai akibat guncangan gempa yang mencapai kekuatan 4,9 skala ricter magnitude.

(Baca juga: Status Gunung Ile Lewotolok NTT Naik Jadi Waspada, Warga Dilarang Mendaki)

Warga Kecamatan Ile Ape mulai mengungsi mengamankan diri ke sejumlah wilayah yang dianggap aman. Pemerintah Kabupaten Lembata menetapkan dua lokasi aman sebagai lokasi pengungsian yaitu, di Kantor Camat Ile Ape dan sebagian ditempatkan di bekas rumah jabatan Bupati Lembata di Lewoleba.

"Ada juga sebagiannya dijemput keluarga masing-masing dan tinggal di rumah keluarga yang aman," kata Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday dalam perbincangannya dengan Okezone di Kupang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya