Beberapa pihak sempat menganggap AS akan melakukan konfrontasi militer ketika Kennedy mengatakan sudah meminta evakuasi dari pangkalan militer di Teluk Guantanamo dan mengimbau agar militer dalam keadaan siap siaga. Kennedy mengatakan bahwa satu yang tidak akan pernah diambil AS adalah menyerah.
Khrushchev merespons tindakan AS dengan mengirim kapal-kapal tambahan ke Kuba serta mengizinkan pembangunan di situs peluncuran dilanjutkan. Selama satu pekan ke depan, Krisis Rudal Kuba, sebagaimana itu dikenal sekarang, membawa dunia menuju ke tepian perang nuklir global.
Untungnya, perang nuklir tidak pernah terjadi. Pada 28 Oktober 1962, Kennedy dan Khrushchev mencapai kesepakatan. Warga negara AS dan Kuba pun dapat bernapas lega untuk sementara waktu. Situs rudal Uni Soviet di Kuba ditutup dengan imbalan Kennedy setuju untuk menutup situs rudal AS di Turki.
(Wikanto Arungbudoyo)