Kisah Haru Pencipta Lagu Indonesia Raya, Dinyanyikan Pertama Kali di Kongres Pemuda II

Ahmad Sahroji, Jurnalis
Sabtu 28 Oktober 2017 07:02 WIB
Pencipta lagu Indonesia Raya WR Supratman (Ilustrasi/Okezone)
Share :

JAKARTA - Nama Wage Rudolf Supratman, atau yang akrab disapa WR Supratman bukan nama yang asing di telinga masyarakat Indonesia. Ia merupakan sang maestro pengarang lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Kepiawaiannya meramu nada tidak kebetulan didapat pria kelahiran Purwerejo, Jawa Tengah, 9 Maret 1903 itu. Hal itu bermula pada tahun 1914, ketika Supratman kecil diajak kakak sulungnya yakni Rukiyem untuk ke Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Di sana ia disekolahkan dan dibiayai oleh suami Rukiyem yang bernama Willem van Eldik.

Sewaktu tinggal di Makassar, Supratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya yaitu Willem van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan kemudian bisa menggubah lagu.

Sang kakak, Rukiyem, sebetulnya juga sangat gemar dengan seni sandiwara dan musik. Banyak karangannya yang dipertunjukkan di mes militer. Selain itu Rukiyem juga senang bermain biola, kegemarannya ini yang membuat Supratman juga senang main musik dan membaca-baca buku musik.

Ketika tinggal di Jakarta, pada suatu kali Supratman membaca sebuah karangan dalam majalah Timbul. Penulis karangan itu menantang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan.

Supratman tertantang, lalu mulai menggubah lagu. Pada tahun 1924 lahirlah lagu Indonesia Raya, pada waktu itu ia berada di Bandung dan pada usia 21 tahun.

Di Kongres Pemuda II lagu Indonesia Raya pertama kali bergema


Pada bulan Oktober 1928 di Jakarta dilangsungkan Kongres Pemuda II. Kongres itu melahirkan Sumpah Pemuda. Pada malam penutupan kongres, tanggal 28 Oktober 1928, Supratman memperdengarkan lagu ciptaannya secara instrumental dengan biola di depan peserta umum atas saran Soegondo, berkaitan dengan kondisi dan situasi pada waktu itu.

Pada saat itulah untuk pertama kalinya lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Dengan cepat lagu itu terkenal di kalangan pergerakan nasional.

Apabila partai-partai politik mengadakan kongres, maka lagu Indonesia Raya selalu dinyanyikan. Lagu itu merupakan perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka.

Sesudah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya dijadikan lagu kebangsaan, lambang persatuan bangsa. Tetapi, pencipta lagu itu, Wage Roedolf Supratman, tidak sempat menikmati hidup dalam suasana kemerdekaan.

Akibat menciptakan lagu Indonesia Raya, ia selalu diburu oleh polisi Hindia Belanda, sampai jatuh sakit di Surabaya. Karena lagu ciptaannya yang terakhir "Matahari Terbit" pada awal Agustus 1938, ia ditangkap ketika menyiarkan lagu tersebut bersama pandu-pandu di NIROM Jalan Embong Malang, Surabaya dan ditahan di penjara Kalisosok, Surabaya. Ia meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938 karena sakit.

Sampai akhir hayatnya, W.R. Soepratman tidak beristri, serta tidak pernah mengangkat anak. Selain lagu Indonesia Raya, karya populer lain yang diciptakannya yakni lagu Ibu Kita Kartini. Pada tahun 1971, Supratman diberi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia dan Bintang Maha Putera Utama kelas III.

Hari kelahiran Supratman, 9 Maret, oleh Megawati Soekarnoputri saat menjadi presiden RI, diresmikan sebagai Hari Musik Nasional. Namun tanggal kelahiran ini sebenarnya masih diperdebatkan, karena ada pendapat yang menyatakan Supratman dilahirkan pada tanggal 19 Maret 1903 di Dukuh Trembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Pendapat ini -selain didukung keluarga Supratman- dikuatkan keputusan Pengadilan Negeri Purworejo pada 29 Maret 2007.

(fin)

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya