HARI SUMPAH PEMUDA: Antologi Perjuangan Kaum Muda, Bung Tomo, Sumpah Pemuda dan Proklamasi

Yudhistira Dwi Putra, Jurnalis
Sabtu 28 Oktober 2017 08:30 WIB
Share :

Yamamoto menyatakan tak ingin menemui Soekarno ataupun Hatta yang ketika itu diantar oleh Tadashi Maeda. Yamamoto malah memerintahkan Kepala Departemen Urusan Umum Otoshi Nishimura untuk menemui rombongan

Nishimura mengatakan, sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokyo, bahwa Jepang harus menjaga status quo sehingga tidak dapat memberi izin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam.

Mendengar itu, keduanya bersama Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro (Mbah) dan Sayuti Melik sekira dini hari menyusun naskah proklamasi. Naskah ini kemudian diketik oleh Sajuti menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor perwakilan AL Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.

Pagi harinya 17 Agustus 1945 bertepatan dengan bulan suci Ramadan, kemerdekaan RI dideklarasikan di kediaman Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur 56.

(ydp)

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya