BACA JUGA: Temui Pengungsi Rohingya, Ibu Negara Turki Kunjungi Bangladesh
Sekadar diketahui, ketegangan meningkat antara Myanmar dan Turki karena krisis Rohingya, di mana lebih dari setengah juta orang telah meninggalkan negara bagian Rakhine ke Bangladesh. Pada September, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa kekerasan terhadap Muslim Rohingya adalah tindak genosida. Namun pihak Myanmar berdalih bahwa hal tersebut adalah untuk memerangi teroris.
Selain itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendesak para pemimpin dunia untuk berbuat lebih banyak guna membantu Muslim Rohingya Myanmar.
"Anda dapat melihat situasi di mana Myanmar dan Muslim berada. Anda dapat melihat bagaimana desa-desa dibakar. Kemanusiaan tetap diam terhadap pembantaian di Myanmar," tukasnya.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)