PERNAH menjadi pemimpin perang antara Arab dengan Israel pada 1948 tidak menyurutkan keinginan Yitzhak Rabin untuk menciptakan perdamaian dengan dunia Arab. Ia menjadi tokoh kunci di balik Perjanjian Oslo bersama Yasser Arafat dari Palestina.
Dukungannya terhadap Perjanjian Oslo tersebut justru menjadi malapetaka. Yitzhak Rabin tewas ditembak oleh seorang penganut paham radikal, Yigal Amir, pada 4 November 1995. Rabin meninggal dunia pada usia 73 tahun.
Selain menjadi pemimpin Perang Arab-Israel 1948, Yitzhak Rabin juga pernah mengabdi sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel selama Perang Enam Hari pada 1967. Sempat menjadi Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat (AS), pria kelahiran Yerusalem itu lantas terjun ke dunia politik.
Rabin masuk ke dalam Partai Buruh dan menjadi Perdana Menteri (PM) pada 1974. Sebagai PM, ia melakukan banyak negosiasi damai. Pertama, Yitzhak Rabin mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Suriah pada 1974. Kedua, ia berhasil meneken kesepakatan pelepasan militer dengan Mesir pada 1975.
Akan tetapi, skandal kepemilikan rekening di sebuah bank di AS menyebabkan Rabin mengundurkan diri. Kepemilikan rekening di luar negeri tersebut melanggar peraturan yang berlaku di Israel.