Selama 1984-1990, Yitzhak Rabin menjabat sebagai Menteri Pertahanan Israel. Pada 1992, ia membawa Partai Buruh memenangi pemilihan umum (pemilu). Kemenangan itu membawanya kembali ke kursi PM Israel. Pada 1993, ia menandatangani Perjanjian Oslo dengan pemimpin Palestina Yasser Arafat. Atas perannya, Rabin dan Arafat serta Menteri Luar Negeri Israel Shimon Peres diganjar hadiah Nobel Perdamaian pada Oktober 1994.
Pada 4 November 1975, Yitzhak Rabin menghadiri aksi damai di Kings Square di Tel Aviv. Melansir dari History, Sabtu (4/11/2017), Yigal Amir menembak Yitzhak Rabin yang sedang berjalan menuju mobilnya. Tembakan pria berusia 27 tahun itu bersarang di lengan dan punggung sang perdana menteri.
Amir diketahui memiliki hubungan dengan kelompok Yahudi garis keras, Eyal. Mahasiswa hukum itu lantas ditangkap polisi di tempat kejadian perkara. Amir mengaku membunuh Rabin karena ia dinilai ingin memberikan negara Israel kepada orang-orang Arab. Yitzhak Rabin dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Ichilov, Tel Aviv, beberapa jam kemudian.
(Wikanto Arungbudoyo)