"Waktu saya ketemu dengan perempuannya saya tanya, apa kamu sudah hamil sama Ari, kok sampai mau dinikahi. Dia jawab belum hamil. Setelah berkonsultasi dengan pakdhenya Ari, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk memenuhi permintaan Ari agar melamar Suwarni. Ya barangkali ini sudah jodohnya ya kita ikuti saja kemauannya," lanjut Suyati.
Melihat keseriusan keduannya, Suyati pun hanya bisa meminta pada Suwarni tidak akan menuntut keluarganya bila anaknya itu jauh dari harapannya.
Permintaan itu dilakukan Suyat karena paham Ari hanyalah seorang tukang parkir. Bersekolah juga bukan di sekolah umum, namun di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Ari juga memiliki kekurangan yakni agak telat daya berpikirnya (daya responsnya agak lambat).
"Saya katakan juga kowe orang kena nuntut yen Ari kenapa-napa. Dan jawaban sang perempuan bisa menerima semua keadaan Ari. Dan siap untuk momong (membimbing) Ari," pungkas Suyati.
(Ulung Tranggana)