Inspiratif! Kisah Soebagijono Bebaskan Puluhan Penderita Gangguan Jiwa dari Pemasungan

Yudhistira Dwi Putra, Jurnalis
Selasa 21 November 2017 08:00 WIB
Soebagijono (FOTO: Koran Sindo)
Share :

“Peran keluarga dan lingkungan ternyata sangat penting untuk melakukan penyembuhan bagi ODGJ. Selama ini, keluarga dan lingkungan tidak memperlakukan ODGJ dengan manusiawi sehingga sulit untuk sembuh,” ungkap Bagyo.

Bagyo menjelaskan, dari observasi yang ia lakukan di lima desa di Kecamatan Bantur, sebanyak 212 warga desa mengalami gangguan jiwa. Dari data yang ia himpun hingga tahun 2016 itu, Bagyo mencatat 1.450 dari 32.283 warga berpotensi mengalami gangguan jiwa.

Potensi gangguan jiwa, dijelaskan Bagyo dapat muncul dari riwayat keluarga. Sebab, Bagyo menemukan sejumlah kasus dimana gangguan jiwa dialami oleh lebih dari satu orang yang tinggal di dalam satu rumah. Selain itu, kondisi sosial, terutama yang bertalian dengan pendidikan dan kemiskinan turut menjadi pemicu depresi banyak masyarakat.

Proses cukup panjang dilakukan oleh Bagyo sebelum akhirnya ia membebaskan seorang ODGJ dari pemasungan. Sosialisasi panjang dilakukan Bagyo, termasuk membentuk kader jiwa, yakni sejumlah orang yang Bagyo libatkan dalam berbagai upaya pembebasan ODGJ dari jerat pasung.

Setelah melakukan sosialisasi berkala kepada masyarakat, Bagyo pun membebaskan seorang ODGJ dari pemasungan. Pemasungan pertama itu dilakukan secara hati-hati dan bertahap. Saat itu, pasung dilepas dalam waktu satu sampai dua jam.

Menurut Bagyo, butuh tiga sampai lima bulan untuk mendampingi keluarga ODGJ untuk merawat dan melakukan pendampingan terhadap anggota keluarga mereka yang mengalami gangguan jiwa. “Mereka harus dilibatkan untuk merawat, memberi obat-obatan, dan tidak mengucilkan para ODGJ,” ungkap Bagyo.

Melewati Tantangan dengan Niat Luhur

Gerakan lebih besar dimulai Bagyo hari itu. Meski langkahnya membebaskan dan mendampingi ODGJ menuai banyak tantangan, Bagyo tak pernah gentar. Bagyo terus maju, sekalipun berbagai pandangan menggelayuti langkahnya. Pun ketika anggota keluarganya mempertanyakan keputusannya mengabdikan hidup bagi para ODGJ.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya