OKEZONE STORY: Rumah yang Menyimpan Kenangan Kelam Pengadilan Penyihir Abad ke-17

, Jurnalis
Senin 27 November 2017 08:02 WIB
Kamar Hakim Jonathan Corwin di Rumah Pengadilan Penyihir, Salem Village. (Foto: Vintage News)
Share :

AWAL abad ke-14, kepercayaan masyarakat terhadap iblis yang bisa memberi ­manusia kekuatan sihir meningkat. Akibatnya, ketakutan terhadap ilmu gaib menyebar di seluruh Eropa. Abad berikutnya muncul kegemaran berburu penyihir dan menyebabkan banyak nyawa terenggut.

Korban yang dicurigai sebagai penyihir akan digantung, dipenggal, dan yang paling kejam adalah dibakar hidup-hidup. Seringkali eksekusi dilakukan di depan khalayak. Mereka percaya, membakar mayat korban akan menghilangkan kutukan setelah kematian mereka.

Takhayul ini menyebar ke seluruh dunia dengan cepat. Negara-negara penjajah menularkan kepercayaan ini kepada wilayah jajahannya. Di Koloni New England, cerita tentang sihir ini paling kuat terasa, khususnya di Salem Village yang kini bernama Danvers, di Massachusetts.

Pada abad ke 17, warga Salem Village menjalani kehidupan penuh tantangan. Utamanya karena terpengaruh Perang Inggris-Prancis di segenap koloni Amerika pada 1689. Belum lagi warga juga resah karena wabah cacar yang merebak. Sepanjang periode ini pula, ada persaingan keras antara desa tersebut dengan wilayah yang lebih sejahtera, Kota Salem. Ditambah lagi ketakutan akan diserang berbagai suku penduduk asli dari Amerika.

Sebuah pengadilan untuk para penyihir Salem digelar pada pertengahan 1692 setelah beberapa gadis lokal mengaku memiliki kekuatan sihir. Perempuan yang mengklaim hal serupa pun kian banyak. Bahkan histeria fenomena ini menyebar amat cepat ke penjuru Massachusetts hingga otoritas memutuskan membuat pengadilan khusus di Salem untuk sesi dengar pendapat dan penyelidikan.

Bridget Bishop menjadi penyihir pertama yang dieksekusi di sana. Ia dihukum mati dengan cara digantung. Setelahnya, Nathaniel Saltonstall, hakim yang ditugaskan pengadilan mengundurkan diri dan digantikan oleh Jonathan Corwin.

Sepanjang tahun, Bridget bukan satu-satunya korban. Ada 18 orang dieksekusi dan 150 orang lagi ditahan di penjara. Di penghujung tahun, opini masyarakat kini berbalik menentang pengadilan tersebut.

Drama itu sirna seiring berjalannya waktu dan berakhir pada Mei 1693 ketika para tahanan dilepaskan. Meski demikian, warga sudah terlanjur dendam atas apa yang telah terjadi.

Rumah Pengadilan Penyihir di Salem Village. (Foto: Vintage News)

Semua yang tersisa kini meninggalkan kenangan kelam tentang rumah yang dulu dimiliki Hakim Jonathan Corwin. Rumah itu kini menjadi satu-satunya bukti di Salem yang terhubung langsung dengan pengadilan para penyihir pada 1692.

Sebuah perdebatan tentang kapan rumah itu dibangun beredar di masyarakat. Beberapa ilmuwan Victoria mengatakan rumah itu adalah tempat tinggal Roger William pada 1620. Pernyataan ini dibantah oleh pihak keluarga Corwin, dilihat dari catatan keluarga, rumah itu dibangun pada tahun 1642.

Kini, rumah Corwin dialihfungsikan sebagi museum dengan nama Witch House dan dibuka untuk publik pada 1948. Museum ini dipindahkan dari lokasi asalnya sejauh 10,6 meter akibat pelebaran jalan. Seluruh bangunan direnovasi agar tampak seperti rumah asli yang berdiri pada abad 17. (Griska Laras Widanti/Magang)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya