Pemimpin dari berbagai negara di dunia telah mendesak pemimpin Myanmar untuk segera memulangkan para pengungsi. Pekan lalu, Myanmar dan Bangladesh akhirnya menandatangani kesepakatan pemulangan ratusan ribu orang yang telah melarikan diri ke wilayah perbatasan itu. Namun, kesepakatan ini telah menimbulkan kekhawatiran bagi lembaga-lembaga bantuan. Mereka khawatir pengembalian tersebut dilakukan secara terpaksa sehingga keamanan mereka belum tentu terjamin.
Menurut pembantu Paus Fransiskus, perjalanan enam hari yang dilakukan pemimpin tertinggi Katolik itu akan digunakan untuk mendorong dialog dan rekonsiliasi setelah kesepakatan tentatif pekan lalu.
BACA JUGA: Menlu Inggris: Krisis Rohingnya 'Nodai' Reputasi Myanmar
Pertemuan Paus dengan Suu Kyi bukanlah yang pertama kali terjadi. Mereka pernah bertemu di Vatikan pada Mei, jauh sebelum krisis itu terjadi.
Selain berdialog dengan Suu Kyi dan Hlaing, Paus Fransiskus juga akan mengadakan Misa di Yangon. Misa tersebut diperkirakan akan dihadiri 660 ribu warga Katolik di Myanmar. (DJI)
(Rifa Nadia Nurfuadah)