BANDUNG - Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, duel ala gladiator antar pelajar yang terjadi di Bogor beberapa waktu kemarin, tidak dapat hanya diselesaikan di kepolisian saja.
Jenderal bintang dua itu menilai, pihak pendukung dalam hal ini perangkat sekolah harus bisa juga turut dalam menangani kasus-kasus seperti ini. "Sebetulnya kalau diserahkan ke kepolisian enggak bisa selesai. Kepala sekolah dan gurunya harus terlibat, itu kan budaya seperti itu masa engga tau," terang Agung, Selasa (28/11/2017).
Agung mengatakan, pihak sekolah dalam hal ini guru, harus mengingatkan para pelajar untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan. Bimbingan konseling oleh pihak sekolah diharapkan menjadi pengingat agar para pelajar agak tak berduel.
"Kalau nanti kita periksa gurunya ada pembiaran, bisa kena pasal pembiaran itu," tandas Agung.
Diberitakan sebelumnya, seorang pelajar SMP bernama Ahmad Raih Syahdan (16) tewas usai terlibat tarung ala 'gladiator' dengan pelajar lainnya di Kampung Leuwihalang, Desa Gonang, Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kapolsek Rumpin, Kompol Sudin Simangunsong mengatakan, kejadian berawal saat korban bersama dua teman sekolahnya janjian dengan pelajar dari sekolah lain di Lapangan Leuwihalang untuk berkelahi ala 'gladiator' 3 lawan 3 menggunakan senjata tajam pada Jumat 24 November 2017 sore.
Saat pertarungan, korban mengalami luka sabetan di pinggang belakang, pinggul, lengan dan pergelangan tangan kanan. Mengetahui hal tersebut, teman korban langsung membawanya ke Puskesmas Rumpin. Namun nyawa korban tidak tertolong dan meninggal di puskesmas karena kehabisan darah.
Polisi yang datang ke lokasi kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan, polisi mengamankan satu pelajar berinisial DM yang diduga melakukan pembacokan terhadap korban.
(Risna Nur Rahayu)