OKEZONE STORY: Pria Ini Terjebak Dalam Mesin Pernapasan Selama 65 Tahun

, Jurnalis
Minggu 03 Desember 2017 08:06 WIB
Paul Alexander dalam mesin khusus yang membantunya bernapas. (Foto: 9gag)
Share :

DALLAS - Usianya terbilang panjang, 70 tahun. Namun pria ini menghabiskan 65 tahun di antaranya di dalam mesin khusus yang membantunya bernapas.

Paul Alexander, terjangkit polio pada 1952, tepatnya sejak usianya 5 tahun. Dan seperti penderita polio lainnya pada masa itu, Paul mengalami kesulitan bernapas.

Untuk membantu para penderita polio bernapas dengan normal, mereka akan dimasukkan ke dalam sebuah mesin khusus. Pada masa itu, mesin pernapasan adalah sebuah penemuan canggih. Bentuknya berupa tabung besi yang membungkus tubuh pasien sampai ke leher. Sebuah selang buatan akan menyalurkan oksigen ke paru-paru secara otomatis.

Mesin ini biasa dipakai penderita polio saat mereka masih anak-anak. Setelah besar, biasanya mereka tak membutuhkan bantuan mesin itu lagi. Akan tetapi, hal itu tak berlaku untuk Paul karena paru-parunya telah rusak akibat polio. Selain itu, kelumpuhan Paul dari leher ke bawah juga membuatnya amat tergantung pada mesin tersebut.

 

Mesin bantu pernapasan yang dipakai penderita polio era 1950-an. (Foto: 9gag)

Keterbatasan itu tak menghalangi Paul untuk beraktivitas, ia berkuliah dan menjadi pengacara pengadilan. Ia menghadiri kelas menggunakan kursi roda. Meski begitu ia tetap membawa mesin bantu pernapasannya dan menaruhnya di asrama.

"Saat saya pindah ke Universitas Texas, orang-orang merasa ngeri melihat saya membawa sebuah alat besar. Mereka pikir saya akan membawa alat itu ke dalam kelas," ungkap Paul.

Saat ini, Paul memasuki usia ke 70 tahun dan ia tetap bertahan dengan mesin itu. Banyak penemuan baru di dunia kedokteran yang mampu mengatasi masalah Paul, namun ia berpendapat tak ada yang seefektif mesin besinya itu.

Sumber: YouTube/Nick Isenberg

Pada 2015, mesin bantu pernapasan Paul mengalami masalah, sedangkan hanya ada 10 orang yang masih menggunakan mesin itu. Mesin tersebut sudah lama tak diproduksi lagi dan butuh biaya besar untuk memperbaiki mesin itu karena beberapa bagiannya sangat sulit ditemukan.

Melalui sebuah video, Paul menceritakan masalahnya. Beruntung, seorang mekanis bernama Brady Richard melihat video itu dan menawarkan bantuan. Paul merasa beruntung sekaligus bersyukur ada orang yang membantunya memperbaiki alat bantu hidupnya. Meski sempat mengalami kesulitan dalam menemukan beberapa komponen mesin, Richard mampu memperbaiki dan membuatnya kembali berfungsi.

 

Paul Alexander menulis buku menggunakan pulpen yang dipegang mulut untuk mengetik di komputer. (Foto: 9gag)

Berkat bantuan Richard, Paul bisa beraktivitas kembali. Saat ini Paul sedang menulis sebuah buku yang menceritakan kisah hidupnya.

Bagaimana caranya? Ia memegang pulpen dengan mulut sebagai pengganti jari untuk mengetik di komputer. (Griska Laras Widanti/Magang)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya