VALETTA – Pemerintah Malta membuktikan komitmennya untuk serius menangani kasus dugaan pembunuhan terhadap perempuan jurnalis, Daphne Caruana Galizia. Wartawan investigasi terkemuka itu meninggal dunia setelah mobil yang ditumpanginya meledak pada 16 Oktober lalu.
BACA JUGA: Tragis! Mobilnya Dipasangi Bom, Blogger Anti-Korupsi Ternama di Eropa Tewas
Pengadilan akhirnya menjatuhkan dakwaan terhadap tiga orang pria atas dugaan sengaja memasang bom di mobil Daphne pada Selasa 5 Desember. Ketiga pria itu diketahui bernama Vince Muscat, serta kakak-beradik Alfred dan George Degiorgio.
Belum diketahui apakah ketiganya beraksi sendirian atau merupakan suruhan dari orang lain. Meski memiliki nama marga yang sama, Muscat, Vince tidak memiliki kekerabatan dengan Perdana Menteri (PM) Joseph Muscat yang juga pernah menjadi sasaran kritik Daphne Caruana Galizia.
BACA JUGA: Putra Wartawan Malta yang Tewas Dibom: Ibu Dibunuh karena Membela Supremasi Hukum
Kepolisian Malta menangkap 10 orang yang diduga terkait kasus pembunuhan tersebut. Namun, tujuh orang dibebaskan bersyarat, sementara tiga lainnya dijatuhi dakwaan. Rekan dekat korban tidak yakin nama ketiga terduga pelaku itu pernah diselidiki oleh Daphne atau tidak.
“Dia sering menulis tentang pejabat pemerintahan, politikus, dan pebisnis kaya,” ujar seorang rekan yang minta namanya dirahasiakan itu, melansir dari Reuters, Rabu (6/12/2017).