RIYADH – Meski mengecam keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Arab Saudi nyatanya pernah menawarkan Abu Dis sebagai alternatif Ibu Kota Palestina. Tawaran itu disampaikan langsung oleh Pangeran Mohammed bin Salman.
BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
Fakta tersebut diungkapkan oleh harian New York Times edisi Minggu 3 Desember. Pangeran Mohammed bin Salman mengusulkan pemindahan Ibu Kota itu saat Presiden Otoritas Palestina (PLO), Mahmoud Abbas, berkunjung ke Riyadh, pada November.
Melansir dari Middle East Monitor, Jumat (8/12/2017), berdasarkan usulan itu, Palestina akan mendapatkan sebuah wilayah yang tidak bersebelahan di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Sementara itu, sebagian besar pemukiman Israel di Tepi Barat tetap dibangun.
Tawaran tersebut juga tidak memberikan jaminan apapun terhadap pengungsi asal Palestina dan keturunannya yang tinggal di negara lain untuk bisa kembali ke asalnya. Menurut New York Times, Mahmoud Abbas punya tenggat waktu dua bulan untuk merespons tawaran tersebut.