Peringkat kedua atau runner up dalam Person of the Year ditempati oleh sosok yang menjadi Person of the Year majalah Time pada 2016, Presiden AS, Donald Trump. Berdasarkan keterangan dari Time, Trump dianggap turut berperan dalam kampanye “Me Too” mengenai pelecehan seksual seperti para tokoh Silence Breakers, dengan melontarkan komentarnya yang vulgar dan mengubah cara warga AS berbicara mengenai pelecehan seksual.
Trump-lah yang mengatakan bahwa seorang bintang atau sosok terkenal bisa melakukan pelecehan seksual dan tidak mendapatkan hukuman.
“Jika Anda seorang bintang, mereka membiarkan Anda melakukannya,” kata Trump kala itu. Komenter tersebut mendorong orang-orang untuk tidak lagi diam dengan perlakukan tidak senonoh yang mereka terima dan berbicara mengungkapkan apa yang mereka alami dan siapa yang melakukannya.
BACA JUGA: Donald Trump Dinobatkan Sebagai Person of the Year 2016
Koresponden nasional Time, Charlotte Alter melalui Twitter mengatakan, pemilihan Person of the Year majalah itu tahun ini sepenuhnya diproduksi oleh perempuan, mulai dari penulisan laporan, foto, layout hingga video.
(Rahman Asmardika)