Cinta Buta, Pria Ini Nekat Sekap dan Cabuli sang Pujaan Hati

CDB Yudistira, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2017 03:14 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

BANDUNG - Kalau kata pepatah bilang, Love is Blind (cinta itu buta). Ya, orang-orang bisa nekat berbuat apa pun untuk orang yang di cintainya. Orang-orang pun khususnya kaum Adam, bahkan nekat melakukan apa pun buat mendapatkan hati sang hawa yang diidamkannya.

Cinta emang tak logis. Seperti kisah yang di tangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung. Pria berinisial Y Alias Wahyu (38) ini, nekat menculik wanita pujaan hatinya, hanya untuk menyatakan cintanya. Sayang kelewat batas, Wahyu bukan hanya menculik, ia menyekap serta berbuat asusila terhadap perempuan pujaannya yang baru menginjak 16 tahun.

"Saya sudah bersumpah sama diri saya kalau hanya dia yang ada di hati saya," kata Wahyu, saat ungkap kasus, di Mapolrestabes Bandung, Senin 11 Desember 2017.

(Baca Juga: INSOMNIA: Sering Nyawer saat Dangdutan, Suprityatna Ternyata Nyolong Emas Majikannya)

Sebut saja Gadis, pujaan hati Wahyu yang sudah kenal dekat semenjak berusia 8 tahun. Diusia itu, Wahyu sudah memendam rasa cintanya terhadap Gadis.

Wahyu memang dekat keluarga Gadis. Mereka hidup bertetanggaan di wilayah Cibaduyut, Kota Bandung. Singkat cerita, Gadis pun telah dewasa. Kecantikannya Gadis membuat hati Wahyu, semakin cinta kepadanya.

Namun, mengetahui pujaan hatinya itu memiliki tambatan hati lainnya, Wahyu pun geram. Rasa cemburunya, membuat pikiran Wahyu menjadi tidak logis. Ide untuk menculik Gadis mulai tersirat di pikiran pria yang kesehariannya berjualan mainan anak ini.

"Saya enggak masalah dia menikah. Tapi, kalau dia berantakan rumah tangganya saya siap menampung dia. Saya nunggu jandanya dia," pungkas Wahyu.

Rabu 15 November 2017, menjadi waktu yang telah di tentukan oleh Wahyu untuk menculik Gadis. Alih-alih mengajak Gadis ke salah satu minimarket di dekat rumahnya. Pulang dari minimarket, Wahyu mengajak korban ke kontrakannya. Di tempat itulah, pelaku memperkosa Gadis.

Perlakuan seks yang dialami Gadis dilakukan Wahyu selama dua kali pada malam dan pagi hari. Selain memperkosa Gadis, Wahyu juga melakukan penyekapan di "kamar tersembunyi" di rumahnya dan mengikat korban serta memasukan korban ke dalam karung.

(Baca Juga: INSOMNIA: Marah saat Digeledah, Pengedar Sabu Ini Tantang Polisi Duel, Hasilnya...)

Aksi Wahyu ini, akhirnya terbongkar setelah orangtua Gadis, melaporkan anaknnya yang tak kunjung pulang. Polisi yang memeriksa saksi, menendus penculik gadis, merupakan orang terdekat Gadis.

Tak butuh waktu lama, polisi melakukan penggerebekan dan penggeledahan rumah Wahyu, alhasil Gadis berhasil di temukan dalam keadaan selamat.

"Motif dia melakukan ini karena cinta terpendam dan tidak bisa meraih cintanya. Maka dia melakukan tindakan asusila," kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Hendro Pandowo, didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP M Yoris, di waktu yang sama.

Sekalian lagi, kisah Wahyu memang buktikan, mencintai secara berlebihan merupakan hal yang tidak baik. Buktinya, Wahyu. Bukan mendapat simpati atas rasanya cintanya yang besar kepada pujaan hatinya, malahan ia harus berada jauh pujaan hatinya itu.

Wahyu setidaknya harus mendekam di balik jeruji besi, selama 15 tahun ke depan. Polisi terapkan Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014. Berkasnya pun sudah akan di berikan, ke jaksa untuk membawa Wahyu ke meja hijau.

"Saya sangat menyesal sekali. Jikalau keluar dari penjara, pertama-tama ingin meminta maaf kepada keluarganya lalu untuk menebus kesalahan saya akan membiayai apapun keinginan dia," tandasnya.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya