Namun, efek dari mengonsumsi minuman soda tersebut masih diperdebatkan oleh para ahli. Beberapa studi menyebutkan adanya bahaya kesehatan dalam jangka panjang. Meski demikian, penelitian dari efek pemanis buatan di soda diet hingga saat ini belum dapat disimpulkan.
Menurut Jurnal Akademi Nutrisi dan Diet Amerika, hampir setengah jumlah orang dewasa dan seperempat anak-anak di Negeri Paman Sam mengonsumsi pemanis buatan setiap hari. Akan tetapi, belum ada penelitian mengenai efek jangka panjang dari unsur tersebut.
Beberapa praktisi diet menyakini bahwa soda jenis tersebut bagus dalam jangka pendek bagi orang-orang yang menghindari kandungan gula tinggi dari minuman soda biasa, dengan syarat dikonsumsi dalam jumlah sedikit. Namun, pemanis buatan memiliki bahaya tersendiri.
Pemanis buatan dapat membingungkan otak dan tubuh, membuat konsumen tidak sensitif terhadap gula. Akibatnya, mereka akan mengonsumsi lebih rasa manis tanpa menyadari asupan kalori.
Yang pasti, ada satu konklusi yang disepakati oleh berbagai macam studi, yakni meski soda diet lebih sehat, Anda tidak seharusnya mengonsumsi 12 kaleng dalam satu hari. Konsumsi berlebihan itu dapat berefek buruk seperti terserang penyakit stroke atau demensia, naiknya berat badan, dan konsumsi kafein yang terlalu banyak.
(Wikanto Arungbudoyo)