Mayr mengatakan, burung itu diduga hidup sekira 55 sampai 60 juta tahun lalu pada periode yang dinamakan Paleocene.
"Kami meneliti tulang sayap dan tungkai penguin ini dan dengan cepat menyadari bahwa kami melihat spesies yang sebelumnya tidak dikenal," ujar peneliti dari Institut Penelitian Senckenbert itu.
Mayr dan timnnya menemukan fosil tulang tersebut di Wilayah Otagio di Pulau Selatan Selbar yang dahulu dipenuhi burung-burung besar. Sebelumnya, dua penguin prasejarah besar juga ditemukan di sana.
Para pakar meyakini ukuran burung yang besar berkembang karena mereka tidak mampu terbang.
Berdasarkan keterangan Mayr, spesies itu pada akhirnya punah saat pemangsa laut dengan ukuran besar seperti anjing laut dan paus bergigi mulai bermunculan.