Wapres Afsel Terpilih sebagai Pemimpin Partai Penguasa

Putri Ainur Islam, Jurnalis
Rabu 20 Desember 2017 00:12 WIB
Wapres Afsel Cyril Ramaphosa terpilih menjadi pemimpin partai penguasa yang artinya juga akan menjadi Capres Afsel. (Foto: Reuters)
Share :

JOHANNESBURG - Wakil Presiden (Wapres) Afrika Selatan (Afsel) Cyril Ramaphosa terpilih sebagai pemimpin partai paling berkuasa di Afsel, ANC, dalam sebuah pemungutan suara tertutup yang berlangsung sehari setelah kongres partai. Kongres tersebut menetapkan arahan bagi negara tersebut dan partai yang telah memerintah sejak berakhirnya politik apartheid.

Sebagai pemimpin ANC, Ramaphosa, seorang pemimpin serikat berusia 65 tahun yang menjadi pengusaha dan sekarang adalah salah satu orang terkaya di Afsel, kemungkinan akan menjadi presiden berikutnya pada pemilihan umum (pemilu) yang digelar pada 2019.

BACA JUGA: Parpol Penguasa Afsel Gelar Kongres untuk Pemilihan Capres

Ramaphosa berhasil mengalahkan Nkosazana Dlamini-Zuma yang merupakan mantan menteri kabinet dan mantan istri Zuma, pada pemungutan dan menandai momen penting bagi ANC, yang meluncurkan peraturan mayoritas kulit hitam di bawah kepemimpinan Mandela pada 23 tahun yang lalu.

Dilansir dari Reuters, Rabu (20/12/2017), Cyril Ramaphosa tersenyum dan memeluk pejabat partai lainnya karena hasilnya dibacakan menunjukkan kemenangannya. Zuma terlihat berwajah kaku dan hanya duduk saat kemenangan Ramaphosa diumumkan.

Ketidakstabilan politik, termasuk pertanyaan mengenai siapa yang akan menggantikan Zuma, telah dibahas oleh beberapa lembaga ekonomi di Afsel. Pertumbuhan ekonomi di pembangkit tenaga listrik tradisional Afsel telah lesu selama enam tahun terakhir dan tingkat pengangguran mendekati tingkat rekor.

BACA JUGA: Seperti Zimbabwe, Presiden Afsel Akan Dipaksa Lengser?

Zuma telah menghadapi tuduhan korupsi sejak menjadi kepala negara pada 2009 namun membantah melakukan kesalahan. Presiden juga menghadapi tuduhan bahwa teman-temannya, pengusaha kaya Gupta, memiliki pengaruh yang tidak semestinya terhadap pemerintahannya.

Analis mengatakan perebutan kekuasaan antara Ramaphosa dan Dlamini-Zuma telah meningkatkan peluang ANC akan merasa sulit untuk menetapkan kebijakan dan mungkin bisa berpisah sebelum Pemilu 2019.

Setelah kemenangannya, Ramaphosa akan menjadi pembawa bendera ANC dalam pemilihan presiden, namun harus bersaing dengan sekutu Dlamini-Zuma di tim kepemimpinannya, yang berarti bahwa kebijakan mereka akan berbeda.

Sekadar diketahui, ANC melihat mayoritas pemilihnya menyusut dalam beberapa tahun terakhir dan beberapa analis memprediksi pada 2019 bisa saja mereka kehilangan semua pemilih.

"Kami yang membawa Afsel ke dalam kekacauan ini dengan memilih Zuma untuk menjadi presiden. Seharusnya kami dapat menilai pria tersebut lebih jauh. Dengan melihat ke belakang, kami sadar telah salah menilai dan itu adalah hal yang mengerikan," ujar Pejabat senior ANC, Jackson Mthembu.

(pai)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya