BANDA ACEH - Menjelang perayaan Natal dan pergantian Tahun Baru 2018 Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisiaris Jenderal Budi Waseso, meminta semua elemen untuk mengantisipasi masuknya narkoba dalam jumlah besar ke Indonesia Khususnya di daerah perbatasan dan Aceh.
Budi Waseso mengatakan, jelang tahun baru kali ini permintaan narkoba akan meningkat. Hal itu terlihat dari kasus yang terjadi dalam sepekan terakhir jumlah kasus dan tersangka baik sebagai pengguna maupun pengedar semakin bertambah.
(Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Razia Narkoba Makin Gencar di Banjarmasin)
"Permintaan narkoba jelang tahun baru bakalan tinggi, di beberapa daerah selama sepekan ini banyak yang ditangkap terkait kepemilikan Narkotika dalam jumlah besar. Maka kita meminta kepada semua masyarakat agar tetap waspada dan ikut membantu pihak penegak hukum dalam membrantas kasus ini," kata pria yang akrab disapa Buwas usai hadiri Apel Gabungan Pemuda Aceh Anti Narkoba, di Mapolda Aceh, Rabu (20/12/2017).
Dia menjelaskan, pada akhir tahun mafia Narkotika akan mensuplai narkoba dalam jumlah besar karena kebutuhan dan permintaan yang juga meningkat. Maka untuk mencegah hal itu terjadi dan masuk ke Indonesia, pihaknya telah bekerjasaman dengan Polri, TNI, Bea Cukai dan komponen lainnya untuk memantau jalur masuknya Narkoba di Indonesia.
"Kita tidak bisa memungkiri hal ini akan terjadi. Peredaran narkoba jelang Tahun Baru sudah mulai banyak masuk. Sehingga, BNN mulai memonitor peredarannya di daerah yang dianggap rawan," sebutnya.