AS bahkan memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai status Yerusalem. Duta Besar Mesir untuk PBB yang juga sebagai pengusung rancangan resolusi tersebut, Amr Abdellatif Aboulatta, menjelaskan rancangan resolusi itu berusaha menjamin setiap upaya untuk mengubah karakteristik atau komposisi demografik Kota Tua Yerusalem tidak berdampak dan batal serta tidak sah dan harus dicabut.
BACA JUGA: Arab Saudi Sulit Jadi Mediator Konflik Israel-Palestina
Sebelumnya, 14 dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB memberi suara yang mendukung teks rancangan Mesir itu. Tapi, karena AS adalah salah satu anggota tetap Dewan Keamanan dan memiliki hak veto, maka rancangan resolusi tersebut gagal disahkan.
Akibat veto AS, Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara tersebut akan mengadakan sebuah sesi khusus darurat langka pada Kamis 21 Desember atas permintaan negara-negara Arab dan Muslim.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)