PANGKALPINANG – Direktorat Lalu Lintas Polda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dirlantas Polda Babel), sedikitnya menerjunkan 250 personel Polantas yang disebar ke berbagai daerah untuk mengamankan perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.
"Kami dari Dirlantas telah menyiapkan 250 personel petugas yang tersebar di beberapa Polres, termasuk juga di Polda. Untuk malam Natal dan hari H Natal, kami fokuskan pengamanan di gereja-gereja, lokasi tempat ibadah," ujar Dirlantas Polda Babel, AKBP Dwie Asmoro ditemui awak media di Pangkalpinang, Sabtu (23/12/2017).
Di sisi lain, pihaknya telah mempersiapkan kesiapan petugas menjelang pergantian Tahun Baru 2018. Petugas lebih difokuskan pada pengamanan di kawasan pusat-pusat keramaian dan objek tempat-tempat wisata.
"Pergantian Tahun Baru nanti, kami fokuskan pengamanan biasanya pusat keramaian di Alun-Alun Taman Merdeka ATM), perkotaan dan tempat orang pesta kembang api. Pada 1 Januari tahun barunya, kami lebih fokus ke daerah wisata, seperti Pantai Pasir Padi, Belinyu, dan Pantai Parai," terangnya.
Oleh karena itu, lanjut Dwie, selain menyiapkan sarana dan prasarana demi menunjang kegiatan, Dirlantas Polda juga telah mendirikan posko pelayanan dan pos pengamanan (pospam). Kalau memang dibutuhkan Dirlantas juga akan melakukan rekayasa lalu lintas pada malam Tahun Baru nanti, dengan program car freenet yakni kawasan bebas dari kendaraan bermotor sama seperti car freeday.
"Jadi kami harapkan dengan kondisi cuaca saat ini, faktor geografis sedang musim hujan, genangan air, banjir, maupun jalan licin agar masyarakat dapat melaksanakan tahun baru dengan cara sederhana, tetap mematuhi aturan lalu lintas, berhati-hati, gunakan jas hujan dan jaga kecepatan jangan melebihi 60 km/jam," imbuhnya.
Di samping itu, Dwie membeberkan daerah-daerah yang dianggap menjadi titik rawan kecelakaan. Cukup banyak titik daerah rawan kecelakaan lalu lintas yang tersebar di Babel, salah satunya di Kota Pangkalpinang di Jalan Sungai Selan, Jalan Soekarno Hatta dan di kawasan Jalan Air Itam merupakan titik rawan lakalantas.
"Sedangkan di Kabupaten Bangka, jalur rutenya itu Sungailiat-Pangkalpinang di Desa Pagarawan. Terus rute Pangkalpinang menuju ke Muntok, Kabupaten Bangka Barat yang juga merupakan daerah rawan laka lantas. Di Muntok, ada jalan yang menjadi momok titik lakalantas dan sudah kita hitung bobotnya 50. Ini sudah cukup tinggi untuk daerah laka lantas," paparnya.
(Baca Juga: Libur Panjang Natal dan Tahun Baru, Jalur Puncak Ramai Lancar)
Dia menjelaskan, Kota Muntok itu merupakan salah satu termasuk kategori jalan provinsi dan pihaknya sudah meminta pihak Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Babel, dan mereka (Dishub) sepakat 2018 nanti memperbaiki jalan-jalan provinsi yang rusak dan rawan laka lantas dan kita juga sudah petakan semuanya.
Untuk daerah rawan laka lantas, pihaknya juga sudah melaksanakan workshop dengan mengundang Dinas Perhubungan, para kasatlantas dan kanit dikyasa, yang mengekpos daerah rawan lakalantas ke Dishub Provinsi, Balai Pengelolaan Jalan Nasional (BPJN), Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi maupun Kabupaten/Kota.
(Baca Juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, 700 Personel Patroli ke Seluruh Tempat Rawan di Pekanbaru)
"Maka dari itu kita sudah sepakat di seluruh Bangka Belitung ini bebas daerah titik rawan laka lantas. Mudah-mudahan di 2018 nanti kita komitmen dan memasang median serta memasang paku jalan," pungkas Dwie.
(Erha Aprili Ramadhoni)