JAKARTA – Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat volume sampah dihasilkan di Ibu Kota dalam kurun Januari hingga November 2017 mencapai 2.278.715 ton. Mayoritas adalah sampah yang mengalami pelapukan atau organik.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Rahmawati mengatakan, data tersebut berdasarkan sampah-sampah dari Jakarta yang diangkut ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi.
Dalam sehari, rata-rata TPST Bantargebang menerima 6.802 ton sampah dari Jakarta. "Dari Januari sampai November tahun ini sebanyak 2.278.715 yang masuk ke (TPST) Bantargebang," kata Rahmawati kepada Okezone di kantornya, Rabu (27/12/2017).
Menurutnya produksi sampah di Jakarta masih tinggi karena warga di Ibu Kota makin banyak. Rata-rata, kata Rahmawati, warga DKI menghasilkan 3,4004 liter sampah per hari.
Sampah tersebut masih didominasi sampah organik dengan persentase 53,75 persen. Di susul sampah plastik 14,02 persen, sampah campuran 11,94 persen, sampah kaca 2,45 persen, sampah logam 1,82 persen dan sampah tekstil 1,11 persen.
Sumber sampah di Jakarta paling banyak dari permukiman mencapai 60, 5 persen. Kemudian sampah perkantoran 22,5 persen. Sampah industri, hotel, toko 3,4 persen, sampah sekolah 0,2 persen, pasar 2,8 persen, dan lainnya seperti dari jalan, terminal, taman 10,6 persen.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, sampah masih menjadi salah satu faktor seringnya banjir di Ibu Kota. "Kita ingin warga ikut mengantisipasi masalah sampah yang tadi disampaikan menjadi masalah yang sangat keliatan di depan mata," ujarnya beberpa waktu lalu.
Sandi mengaku pihak pemerintah memerlukan kesadaran dari masyarakat untuk membuat Jakarta bebas dari banjir.
"Kita butuh partisipasi dari masyarakat juga karena tadi dilaporkan masalah sampah ini menjadi salah satu isu yang sangat krusial. Karena dengan adanya sampah saluran-saluran tidak berfungsi dengan normal dan itu menjadi tanggung jawab masyarakat," tandasnya.
Pemprov DKI Jakarta berencana mengolah sampah di TPST Bantargebang untuk pembangkit listrik. Pemerintah sudah meneken perjanjian kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mewujudkan program itu.
Pembangkit listrik ini akan mengelola 50 ton sampah menjadi listrik 40 KWh per hari. Pembangunannya senilai Rp900 miliar didanai langsung BPPT.
“Ini kami yang menyiapkan lahannya. BPPT menyiapkan teknologi dan prosesnya,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswe di Balai Kota DKI Jakarta, pekan lalu.
(Salman Mardira)