SEOUL – Empat pembelot dari Korea Utara (Korut) di Korea Selatan (Korsel) dilaporkan menunjukkan tanda-tanda yang berhubungan dengan paparan radiasi. Namun, para peneliti tidak dapat menentukan apakah paparan radiasi tersebut merupakan dampak langsung dari uji coba nuklir atau bukan.
BACA JUGA: Terowongan di Tempat Uji Coba Nuklir Korut Roboh, 200 Orang Tewas
Berdasarkan laporan dari Yonhap yang dilansir CBS News, Kamis (28/12/2017), empat pembelot itu termasuk di antara 30 orang bekas penduduk Kabupaten Kilju, di Korut yang merupakan lokasi uji coba nuklir. Pihak berwenang di Korsel mulai melakukan pengujian paparan radiasi sejak Oktober lalu atau sebulan setelah Pyongyang melakukan uji coba nuklir keenamnya.
Ledakan yang dihasilkan uji coba nuklir tersebut menimbulkan gempa sekuat 6,3 skala Richter (SR) dan longsor di beberapa daerah di sekitar lokasi uji coba sehingga menimbulkan kekhawatiran akan adanya paparan radioaktif.
Keempat orang yang menunjukkan adanya gejala paparan radiasi membelot ke Korsel beberapa saat sebelum uji coba nuklir terakhir dilakukan. Sejak 2006, Korut telah melakukan enam uji coba nuklir di lokasi percobaan Punggye-ri di Kilju.
Peneliti dari Institut Penelitian Energi Nuklir Korea mengatakan, para pembelot terkena paparan radiasi antara 2009 sampai 2013. Mereka mencatat adanya perubahan pada kromosom pada keempat pembelot. Mereka mengatakan bahwa hal itu mungkin disebabkan oleh faktor lain selain uji coba nuklir, termasuk merokok.
BACA JUGA: Korea Utara Keukeuh Teruskan Uji Coba Nuklir
Dibutuhkan lebih banyak data untuk menentukan penyebab gejala tersebut termasuk informasi mengenai gaya hidup para pembelot sebelum datang ke Korsel. Pemerintah Korsel berencana untuk melakukan pengujian radiasi di masa depan dan menyarankan pembelot Korut untuk melakukan pemeriksaan rutin.
(Rahman Asmardika)