JAKARTA - Jagat media sosial dihebohkan dengan adanya kampanye CELUP (cekrek, lapor, upload) sebagai aksi melaporkan tindak asusila di tempat umum. Sebelum menghilang dari dunia maya, administrator akun @cekrek.lapor.upload memberikan klarifikasi atas komentar-komentar netizen.
Pemilik akun CELUP memberikan klarifikasi kepada masyarakat di official account LINE dan akun instagram @cekrek.lapor.upload.
“Kami mengklarifikasi bahwa CELUP hanyalah sebuah contoh tugas kuliah yang tidak ‘real’ untuk dilakukan. Tugas kami hanya mendesain sebuah media tidak lebih dari sekedar tugas. Sekali lagi kami memohon maaf kepada media dan teman-teman yang merasa tersinggung dan terganggu,” demikian klarifikasi yang disampaikan dalam akun resmi LINE CELUP.
CELUP juga memberikan klarifikasi di akun instagram setelah sempat mencatut beberapa media yang diduga ikut mendukung gerakan kampanye asusila ini.
“Selamat sore, kami CELUP hari ini mengkonfirmasi bahwa kami tidak ada keterkaitan dengan media Jawa Pos, Detik.com, TV 9, C20, Aiola Eatory dan Pemerintah Kota Surabaya. Logo tersebut dicantumkan karena salah paham hanya untuk izin penempelan poster dan peliputan media. Selebihnya tidak ada dukungan apa pun,” demikian keterangan tertulis dalam akun instagram @cekrek.lapor.upload.
(Baca Juga: Kampanye CELUP yang Viral di Media Sosial Mendadak Hilang)
Sebelum akun CELUP menyampaikan penjelasan perihal pencatutan nama media, beberapa media tersebut telah memberikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara media dengan masyarakat.