JAKARTA – Kampanye sosial cekrek, lapor, upload (Celup) yang mengajak orang melaporkan tindak asusila di tempat umum sempat heboh di media sosial. Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar menilai, kampanye Celup berpotensi membuka aib orang lain sehingga tidak etis.
“Kita tidak diperkenankan untuk membuka aib seseorang, karena itu merupakan hak privasi setiap orang,” kata Musni kepada Okezone, akhir pekan lalu.
Kampanye Celup yang sempat viral di media sosial digagas mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) UPN Veteran Surabaya, Jawa Timur.
Lewat kampanye ini masyarakat diajak untuk melaporkan tindakan asusila di ruang publik, seperti taman, bioskop, dan lainnya. Masyarakat bisa melaporkannya melalui official account LINE atau instagram @cekrek.lapor.upload dan akan mendapat poin serta hadiah.
Karena menimbulkan kontroversi, akun itu akhirnya menghilang dari internet.