Meski semakin banyak perempuan yang berperan sebagai pedagang dan pencari nafkah, dan ideologi Komunis negara tersebut mendukung kesetaraan gender, proporsi perempuan yang menduduki peran kepemimpinan puncak dalam organisasi negara sangatlah kecil.
Kim Yo-jong, saudara perempuan pemimpin Kim Jong-un, adalah satu-satunya anggota perempuan partai Politbiro yang berkuasa.
Di masyarakat Korea Utara yang sangat patriarki, peran kunci perempuan masih membesarkan keluarga. Dengan kenyataan itu, media mencatat bahwa "perjuangan terbesar" Kim Jong-suk adalah "membesarkan Kim Jong-il sebagai pemimpin matahari terbit dan dengan demikian memberikan kehormatan tertinggi dan kebahagiaan kepada orang Korea Utara karena diberkati dengan para pemimpin agung dari generasi ke generasi".
Meski begitu, mengangkat senjata masih merupakan cobaan berat. Pada 2015, pemerintah dilaporkan membuat wajib militer untuk perempuan dari usia 17 sampai 23 tahun. Salah seorang mantan tentara menggambarkan kondisi bagi perempuan di sana sangat memprihatinkan.
(Rifa Nadia Nurfuadah)