Ia juga heran, motif pelaku yang membongkar makam anaknya dan mengambil kain pengikat kafannya. Tasiwan hanya bisa berasumsi bahwa kemungkinan pencurian tali pocong anaknya karena didasari motif mistis.
"Saya tidak tahu buat apa orang itu ambil pengikat kafan anak saya. Mungkin untuk hal mistis seperti pesugihan atau untuk ilmu kebal," tuturnya.
Saat ini, makam anaknya telah dirapikan kembali setelah diperiksa polisi. Untuk pengungkapan kasus, Tasiwan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada Polisi.
(Ulung Tranggana)