JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Andri Yansah menggelar pertemuan dengan perwakilan sopir angkot yang melakukan demo di depan Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat. Para sopir angkot tak setuju dengan kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menutup Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang.
Menurut Andri, masih melakukan kajian ihwal permintaan para sopir yang meminta dibuka kembali jalur tersebut. Selain meminta dibukanya kembali Jalan Jatibaru Raya, mereka juga meminta agar anggota Dishub DKI tak terlalu arogan dalam menindak sopir angkot.
"Jadi, mereka pertama, meminta agar anggota Dishub DKI tidak arogan," kata Andri Yansyah di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2018).
(Baca Juga: Imbas Penutupan Jalan di Tanah Abang, Puluhan Angkot Demo di Balai Kota DKI)
Andri menambahkan, juga mendapatkan informasi kalau ada banyak trayek angkot yang tak berizin. Sebab itu, pihaknya akan meminta konfirmasi dari para sopir angkot untuk menindak keberadaan angkot tersebut.
"M08, M09, M10 dan JB03. Kita meng-compare data sehingga tahu riil berapa jumlah armada yang diizinkan beroperasi di kawasan tersebut," imbuhnya.
(Baca Juga: Sandi: Dalam Beberapa Minggu, Gedung Blok G Tanah Abang Akan Diruntuhkan)
Pihaknya juga akan membahas ketentuan yang berlaku dengan para sopir angkot. Sehingga, nantinya mereka tak bisa mengelak setelah kesepakatan telah disepakati antara Dishub dan sopir angkot.
"Ketentuannya, itu yang dituang di berita acara. Berita acara itu untuk panduan Dishub dan sopir. SOP-nya sama-sama kita bikin," tutupnya.
(Arief Setyadi )