Berdirinya Australia, Tanah Buangan Para Penjahat Inggris

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Jum'at 26 Januari 2018 06:01 WIB
Bendera nasional Australia (Foto: Reuters)
Share :

PEMERINTAH Inggris berupaya mencari sebuah koloni yang kelak akan dihuni oleh para tahanan atau penjahat pada Oktober 1786. Kapten Kapal HMS Sirius, Arthur Phillip, lantas diberi tugas untuk mencari tanah pertanian yang akan digunakan sebagai tempat penghukuman para penjahat.

Sebelum menjalani misi sulit itu, Phillip sudah dihadapkan pada permasalahan membentuk sebuah armada. Permintaannya untuk pergi bersama para petani berpengalaman ditolak berkali-kali. Ditambah lagi, Arthur Phillip tidak memiliki dana yang cukup untuk misi tersebut.

Pada akhirnya, Phillip berkelana bersama kontingen kecil yang terdiri dari marinir Inggris dan memimpin 11 armada kapal yang mengangkut 1.000 orang dengan 700 di antaranya adalah penjahat. Armada itu berlayar mengelilingi Benua Afrika menuju sisi timur New South Wales, nama Australia dahulu.

Melansir dari History, Jumat (26/1/2018), perjalanan penuh risiko itu menelan sekira 30 orang korban jiwa. Kapten Arthur Phillip beserta armadanya tiba di New South Wales pada 26 Januari 1788 setelah menempuh perjalanan selama delapan bulan.

Tahun pertama pendudukan di wilayah tersebut benar-benar menjadi bencana. Tanah yang buruk, ditambah iklim yang ekstrem, serta para penjahat yang tidak bisa bercocok tanam, membuat Phillip kesulitan memutar otak agar para ratusan tawanan itu tetap hidup di koloni.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya