MEDAN – Sudah 23 hari sebanyak 29 nelayan yang merupakan anak buah kapal (ABK) KM Mega Top III asal kota Sibolga, Sumatera Utara, hingga kini tak juga ditemukan.
Kapal penangkap ikan itu sudah hilang selama lebih dari 3 minggu, terhitung sejak hilang kontak pada 3 Januari 2018. Jerit tangis, pengharapan, dan desakan dari pihak keluarga serta lintas instansi dan tokoh dari Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah agar pencarian dilakukan secara maksimal terus mengalir.
KN SAR Nakula milik Basarnas yang diterjunkan sejak 14 Januari lalu juga lebih banyak menghabiskan waktu bersandar di Pelabuhan Gunung Sitoli.
Korpos SAR Sibolga, Adlin Buyung Nasution mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan dan monitoring dalam pencarian kapal nahas itu.
“Sesuai instruksi agar mereka melakukan pemantauan dan observasi, dan nyandar di Pelabuhan Gunung Sitoli,” kata Buyung, Jumat (26/1/2018).