PALEMBANG – Reza Alex Noerdin akan menganti motor milik seorang warga Banyuasin yang hilang di area Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, saat pertandingan Sriwijaya FC versus Bali United, Minggu 11 Februari 2018.
Dodi, selaku Presiden Klub Sriwijaya FC, mengatakan, dirinya usai menerima kabar tersebut langsung memerintahkan jajaran manajemen klub untuk mengurus segala keperluan membantu Kitum Risda Kasinda (38) sebagai wujud kepedulian terhadap pendukung Sriwijaya FC.
"Setelah dapat kabar, tentu klub langsung bersimpati. Saya katakan motor harus diganti. Sriwijaya tentunya tidak bisa menutup mata dengan hal seperti ini," kata Dodi, yang juga menjadi cagub Pilkada Sumsel.
Kitum Risda Kasinda (38) bersama dua anaknya berkendara selama tiga jam dari Banyuasin menuju Palembang untuk menyaksikan pertandingan SFC melawan Bali United. Namun, selain tidak mendapat tiket pertandingan, Kitum juga kehilangan sepeda motornya.
Setelah mendapatkan kabar bakal ada penggantian, Kitum Risda Kasinda (38), warga asal desa Nusa Makmur Sebokor, Kecamatan Air Kumbang Banyuasin ini bersuka cita.
"Saya juga sempat kaget ada perwakilan SFC yang menelpon saya langsung mengatakan bahwa Presiden SFC Dodi Reza akan mengganti sepeda motor saya yang hilang," kata dia.
Kitum menambahkan, saat ini dirinya tengah menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk proses penggantian sepeda motor tersebut.
"Saya diminta menyiapkan STNK dan BPKB motor, namun karena STNK ada di pihak kepolisian maka saya cukup menyerahkan surat laporan kehilangan kemarin. Saya benar-benar bersyukur dan tidak menyangka bakal mendapat begitu banyak bantuan seperti ini," kata dia.
Kitum menceritakan bahwa dirinya sudah berusaha mencari motor miliknya, namun tak kunjung ketemu.
"Saya parkir di dekat jembatan yang ada di belakang gawang. Sudah saya cari ke mana-mana belum ketemu. Sudah lapor juga ke petugas keamanan namun tidak ada hasil. Sekarang saya hanya pasrah yang terpenting niat saya menyenangkan anak sudah terpenuhi," kata dia.
Lantaran kehilangan kendaraan, Kitum yang bekerja di pabrik Kayu ini terpaksa mengajak kedua anaknya yakni Wiratama Yudha (13) dan Arnes (8) menghabiskan malam di Palembang.