Kasus Money Politic, Timses Pemenang Pilkada Lahat Dituntut 36 Bulan Penjara

Melly Puspita, Okezone · Kamis 19 Juli 2018 19:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 19 340 1924729 kasus-money-politic-timses-pemenang-pilkada-lahat-dituntut-36-bulan-penjara-aU0yG6QUl2.jpg Ilustrasi

LAHAT - Persidangan kasus politik uang (money politics) Pilkada Kabupaten Lahat memasuki babak baru. Salah satu tim sukses pemenang Pilkada Lahat Cik Ujang- Haryanto, Syahril menjadi terdakwa dalam kasus politik uang di kabupaten tersebut.

Dalam sidang yang mengagendakan sidang tuntutan tersebut, Jaksa Penuntut Umum, M. Lukber, didampingi Kasi Pidum Kejari Lahat Kristanto, SH. MH menuntut terdakwa Syahril dihukum 36 bulan penjara dan denda Rp200 juta sesuai Pasal 187a Ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 2016.

“Menuntut Terdakwa terbukti melakukan pelanggaran sesuai Pasal yang dijeratkan berupa kurungan penjara selama 36 bulan dan denda sebesar Rp200 juta atau subsider 1 bulan penjara,” ungkapnya di ruang Sidang Pengadilan Negeri Lahat, disaksikan oleh puluhan masyarakat di ruang sidang dan langsung menyerahkan berkas tuntutan ke pihak hakim.

Sidang ini dipimpin langsung oleh Ketua Majlis Persidangan Saiful Brown. SH, Verdian Martin SH Anggota 1, Shely Biveruyanti SH, Panitra Persidangan Mahmud SH. Seusai jaksa membacakan tuntutannya, Syahril berkomentar bahwa ia meminta majelis hakim dan pihak berwenang lainnya untuk mengusut seluruh elemen yang terlibat.

“Saya mengakui kesalahan, tapi maunya saya jangan cuma saya saja yang dihukum ini mana Jukri (Pemberi dana yang merupakan tim sukses Cik Ujang-Haryanto)," ujar Terdakwa Syahril memberikan pembelaan.

Saat dimintai komentarnya usai persidangan, Syahril membeberkan asal mula terjadinya kasus ini. Dia mengakui bahwa dirinya diajak oleh Kopli, Lukman, Fani untuk datang ke rumah Jukri di Desa Pagar Pagung Pseksu untuk mengambil amplop yang berisikan uang untuk dibagikan kepada masyarakat supaya mencoblos Paslon nomor 3 Cik Ujang- Haryanto.

Syahril menegaskan, dirinya tidak mau menjadi korban sendirian. Dia mendesak agar seluruh aktor utama money politic di Pilkada Lahat turut diadili.

“Aku ini diajak mereka untuk membagikan amplop ke masyarakat dengan syarat coblos nomor 3 paslon Bupati dan Wakil Bupati Lahat Cik Ujang-Haryanto, tapi aku minta sama pihak pengadilan supaya mengusut tuntas masalah ini dan menghukum rombongan itu, jangan aku sendiri. Kalau aku iya mengakui kesalahan aku, dan siap bertanggung jawab,” jelasnya.

Diketahui, kasus money politics di Kabupaten Lahat diperkirakan tersebar merata di 24 Kecamatan yang dilakukan oleh pasangan nomor urut 3 Cik Ujang-Haryanto. Tim sukses dari Paslon Nomor 4 Bursah Zarnubi-Parhan Berza berhasil mengumpulkan bukti dan saksi dari 18 Kecamatan. Di perkirakan ada 150 ribu amplop yang disebar untuk menyuap masyarakat agar memilih nomor 3. Kasusnya saat ini tengah ditangani Bawaslu RI, MK dan DKPP.

Sejumlah tokoh nasional antara lain Wakil Ketua Komisi II DPR RI Ariza Patria dan Ketua Perludem Titi Anggraini, serta komjen Susno Duaji mantan kabareskim, secara khusus menyoroti masifnya kasus politik uang di Kabupaten Lahat ini. Mereka kompak mendesak Bawaslu mendiskualifikasi calon yang terbukti melakukan politik uang.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini