Menurutnya, siapa pun yang menguasai teknologi dia akan mampu berbuat apapun termasuk menghasilkan energi terbarukan yang melimpah. Negara yang tak mampu menguasai teknologi akan menjadi negara miskin.
"Di sana terjadilah kesenjangan, ketimpangan yang akan menimbulkan kapitalisasi, serta munculnya radikalisasi," tuturnya.
Ia menambahkan, ketiga ancaman tersebut dapat ditangkal bila generasi penerus menghasilkan insan - insan muda cerdas yang menjadi pusat peradaban keilmuan.
Terlebih Indonesia sudah mencanangkan tahun 2045 menjadi generasi emas, maka menyiapkan generasi muda dengan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penguasaan agama menjadi mutlak dilakukan.
(Awaludin)