PURWAKARTA – Kabupaten Purwakarta didapuk menjadi Kota Kambing. Hal tersebut tak mengherankan lantaran berdasarkan data Dinas Peternakan Purwakarta, domba di Purwakarta berjumlah 1 juta ekor. Jumlah itu lebih banyak dari jumlah penduduknya yang sejumlah 960 ribu jiwa.
Keberhasilan Purwakarta menjadi daerah subur bagi domba ternyata diinisiasi oleh mantan Bupati Dua Periode Purwakarta, Dedi Mulyadi. Pria yang lekat dengan iket sunda putih itu dikenal sebagai peternak domba sejak kecil. Profesi tersebut ia tekuni atas bimbingan sang ibu, Karsiti yang wafat saat Dedi menjabat sebagai Wakil Bupati Purwakarta.
Calon Wakil Gubernur Jawa Barat tersebut menularkan minat terhadap hewan ternak bertanduk itu kepada anak muda di Jawa Barat. Menurut Dedi, beternak domba memiliki filosofi yang sangat dalam untuk menopang kesejahteraan bagi masyarakat.
Hal itu diungkapkan oleh dia saat berkunjung ke peternakan milik Abah Dadang. Tepatnya di Kampung Cihaliwung, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (6/4/2018).
“Saya datang ke sini karena undangan makan nasi liwet. Selain itu, karena di sini ada Abah Dadang, sang juragan domba. Anak muda jangan malu beternak domba, harus mencontoh Abah Dadang ya,” katanya.
Saat ini, domba milik Abah Adang sudah mencapai 20 ekor. Semuanya dirawat dengan baik dalam beberapa kandang tak jauh dari kediamannya.
(Calon wakil gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat berkunjung ke Kampung Cihaliwung, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat, 6 April 2018. Foto: Ist)
Dadang mengatakan sekitar dua puluh tahun lalu dia memulai beternak domba. Tips dan trick cara beternak dia peroleh secara empirik tanpa teori sebelumnya.
(Baca Juga: Serba-serbi Keseruan Deddy Mizwar Kampanye di Bekasi)
Akan tetapi, hasil kerja kerasnya tidak bisa dianggap remeh. Pasalnya, satu domba milik kakek tersebut paling murah seharga Rp20 Juta.
“Sekarang sudah beranak pinak. Ada sekitar 20 ekor di kandang. Paling murah kalau domba adu harganya Rp20 Juta,” ucapnya.
Keinginan Dedi Mulyadi untuk membangun minat beternak domba mendapat tanggapan dari Abah Dadang. Menurut dia, nilai ekonomi ternak tersebut sangat tinggi dan cenderung naik dari waktu ke waktu. Asalkan, kualitas domba tetap dijaga dengan cara pemerilaharaan yang baik.
“Iya betul itu. Kalau kita punya sepasang kambing atau domba, kita rawat sampai besar terus beranak pinak kan bisa dijual. Itu bermanfaat secara ekonomi,” katanya.
(Baca Juga: Cara Deddy Mizwar Kejar Target Raih Suara di Bekasi)