Utusan Amerika Serikat untuk OPCW menyampaikan kecemasan mengenai kemungkinan adanya “perusakan” untuk menghilangkan bukti yang dilakukan oleh pihak Rusia di lokasi terjadinya serangan. Namun, tuduhan itu dibantah oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov dalam wawancara dengan BBC.
“Saya dapat menjamin bahwa Rusia tidak merusak lokasi itu,” kata Lavrov sebagaimana dilansir BBC, Selasa (17/4/2018).
Dia juga menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada bukti yang diberikan oleh para pemimpin negara Barat mengenai terjadinya serangan senjata kimia di Douma. Lavrov juga mengkritik Amerika Serikat, Inggris dan Prancis atas serangan yang dilancarkan ke Suriah sebelum tim dari OPCW melakukan pemeriksaan.
“Anda mengutip para pemimpin Prancis dan Inggris dan Amerika Serikat. Dan sejujurnya, semua bukti yang mereka kutip didasarkan pada laporan media dan di jejaring sosial,” tambahnya.
BACA JUGA: Rusia Klaim Miliki Bukti Tak Terbantahkan Ada Rekayasa Serangan Kimia di Douma